Manusia
atau Sampah Sebagai Musuh Besar Lingkungan?
Jika kita berbicara
mengenai permasalahan apa yang ada pada bangsa kita saat ini, yang terlintas di
benak kita tentu saja adalah korupsi dan kemiskinan. Namun, apakah hanya
permasalahan tersebut yang perlu kita sadari? Tak banyak orang yang sadar bahwa
pada dasarnya masalah kebersihan lingkungan sangat berperan penting bagi proses
berjalannya perekonomian di suatu wilayah. Manusia memerlukan yang namanya
lingkungan yang sehat agar dapat menjalankan kegiatan ekonominya dengan baik,
seorang peternak sapi memerlukan lingkungan yang bersih agar sapinya tetap sehat
dan dapat dengan layak diperdagangkan, seorang nelayan mengharapkan laut tidak
tercemar agar ikan tetap dapat berlimpah sehingga nelayan dapat menangkapnya
dan menjualnya. Mengenai beberapa contoh tersebut, kita sudah dapat mengambil
kesimpulan bahwa pada dasarnya, kebersihan lingkungan merupakan penunjang utama
bagi proses berjalannya roda perekonomian.
Ada dua objek yang tak dapat dipisahkan dari permasalahan kebersihan lingkungan. Diantaranya, yaitu manusia dan sampah. Manusia selalu menghasilkan sampah, dimana ada kerumunan ataupun keramaian sampah pasti akan ada. Semua rumah tangga menghasilkan sampah setiap harinya, sebesar ataupun sekecil apapun kegiatan yang manusia lakukan pasti akan selalu menghasilkan yang namanya sampah. Pertanyaannya, siapakah yang dapat disalahkan dalam proses permasalahan kebersihan lingkungan ini? Apakah manusia atau sampahnya? Mengkaji dari permasalahan ini secara umum, pada dasarnya, sampah tercipta karena adanya manusia, sampah tidak akan ada jika manusia juga tidak ada, dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa musuh lingkungan yang sebenarnya adalah manusia itu sendiri, lantas bagaimanakah cara manusia agar dapat meminimalisir keberadaan sampah? Jawaban yang paling umum kita temukan adalah “tergantung kesadaran diri kita sendiri”. Apakah kalimat tersebut cukup untuk mengatasi permasalahan ini? Jawabannya adalah tidak! Manusia adalah pribadi yang tak dapat dibaca perilakunya bisa saja mereka berkata iya pada saat ini, dan bisa saja mereka berkata tidak pada besoknya. Namun demikian, hanya manusia itu sendirilah yang dapat mengendalikan dirinya sendiri dalam bertindak, akankah kita ingin menjadi musuh lingkungan ataukah teman lingkungan itu sendiri, semua itu tergantung cara kita mengendalikan diri kita. Oleh karena itu, untuk dapat menjaga pengendalian diri tersebut sekolompok penguasa masyarakat atau yang disebut pihak otoritas sangat diperlukan untuk menangani hal ini.
Ada dua objek yang tak dapat dipisahkan dari permasalahan kebersihan lingkungan. Diantaranya, yaitu manusia dan sampah. Manusia selalu menghasilkan sampah, dimana ada kerumunan ataupun keramaian sampah pasti akan ada. Semua rumah tangga menghasilkan sampah setiap harinya, sebesar ataupun sekecil apapun kegiatan yang manusia lakukan pasti akan selalu menghasilkan yang namanya sampah. Pertanyaannya, siapakah yang dapat disalahkan dalam proses permasalahan kebersihan lingkungan ini? Apakah manusia atau sampahnya? Mengkaji dari permasalahan ini secara umum, pada dasarnya, sampah tercipta karena adanya manusia, sampah tidak akan ada jika manusia juga tidak ada, dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa musuh lingkungan yang sebenarnya adalah manusia itu sendiri, lantas bagaimanakah cara manusia agar dapat meminimalisir keberadaan sampah? Jawaban yang paling umum kita temukan adalah “tergantung kesadaran diri kita sendiri”. Apakah kalimat tersebut cukup untuk mengatasi permasalahan ini? Jawabannya adalah tidak! Manusia adalah pribadi yang tak dapat dibaca perilakunya bisa saja mereka berkata iya pada saat ini, dan bisa saja mereka berkata tidak pada besoknya. Namun demikian, hanya manusia itu sendirilah yang dapat mengendalikan dirinya sendiri dalam bertindak, akankah kita ingin menjadi musuh lingkungan ataukah teman lingkungan itu sendiri, semua itu tergantung cara kita mengendalikan diri kita. Oleh karena itu, untuk dapat menjaga pengendalian diri tersebut sekolompok penguasa masyarakat atau yang disebut pihak otoritas sangat diperlukan untuk menangani hal ini.
Penanganan masalah kebersihan lingkungan tidak hanya dapat diselesaikan melalui pribadi kita masing-masing, pemerintah yang merupakan pengatur utama dari perilaku masyarakat juga perlu ikut serta dalam menangani permasalah kebersihan lingkungan, pemerintah seharusnya lebih membuka mata mereka tentang persoalan ini, bukan hanya mengedepankan penanganan secara koersif dan persuasif semata, tapi juga secara preventif yaitu dengan cara membuka pelatihan dasar mengenai wawasan kebersihan lingkungan bagi para siswa-siswi di Indonesia. Dengan begitu, mereka akan dapat mengetahui sejak dini dampak negatif dari membuang sampah sembarangan serta mengetahui cara pemanfaatan sampah untuk dijadikan sebagai objek ekonomi. Melalui penerarapan kebijakan ini pola pikir dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat ditingkatkan dan diperbaiki.
Melihat dari semua ini, masihkah kita belum sadari bahwa persoalan ini bukanlah persoalan sepele, cukup sudah bangsa Indonesia selalu digerogoti permasalahan kebersihan lingkungan yang membawa dampak buruk bagi kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat Bangsa ini. Oleh karena itu, sudah saatnya kita berubah dan sudah saatnya kita mengikuti apa yang baik dan meninggalkan kebiasaan yang buruk! ayolah masyarakat Indonesia, bagaimana kita dapat merubah bangsa kita yang tercinta ini menjadi bangsa yang bersih, indah dan maju, jika kita sendiri masih membuang sampah sembarangan! Ayolah mari kita bersama-sama menjunjung tinggi namanya kebersihan, sesuai dengan pesan Rasulullah, bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman.
Salam Kebersihan!
- Author (Ilham Dirwan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar